Kinerja Yang Indah Daripada Film Call Me By Your Name

Kinerja Yang Indah Daripada Film Call Me By Your Name

Kenapa banyak orang yang nonton Call Me By Your Name film itu. Sampai film ini di dalam akhirnya makbul meraih satu diantara penghargaan daripada 3 nominasi di oscar 2018. Di film yang diadaptasi daripada sebuah roman dengan makalah Andre Aciman ini secara judul yang serupa berhasil mengait piala kategori dalam Skenario Adaptasi Terbaiknya. Sutradara daripada film ini yaitu Luca Guadagnino ini merespons eksplisit dari kemenangan itu.

 

http://cinematoto.com/nonton-call-me-by-your-name-2017-subtitle-indonesia/ beliau menampakkan bahwa bakal membuat sekuel film yang berhasil dalam rilis di bulan Oktober yang kemudian itu. Guadagnino ini berkata bahwa dia sudah mengesahkan cerita itu kepada Andre Aciman, kalau sekuel itu akan terkabul lima datang enam tahun ke menempel. Ketika Nonton Call Me By Your Name itu menceritakan bahwa ada akil balig yang uzur 17 tahun yaitu Elio atau Timothee Chalamet yang mana dia merasakan cinta pertamanya.

 

Kemudian ia tertarik menurut Olivier atau Armie Hammer yang meskipun dia telah berpacaran secara Marzia ataupun Esther Garrel. Dan film ini berlatar pada tahun 1983 di sebuah pedesaan di Italia. Dimana cerita cinta itu yang sesama jenis ini berawal ketika sang abi Elio yang profesinya serupa profesor arkeologi ini mengundang seorang penuntut dari Amerika Serikat. Dan mahasiswa yang dimaksud tersebut adalah Olivier.

 

Guadagnino memaparkan bahwa sekuel dari Call Me By Your Name ini merupakan film baru yang menuntun warna berbeda. Akan tetapi dia memastikan kalau Hammer & Chalamet tersebut masih membintangi film tersebut dengan latar yang tentunya berbeda. Pikir Guadagnino bahwa mereka hendak berkeliling dunia. Walaupun demikian, gudagnino ini membutuhkan ruang dalam menyembunyikan sebuah tulisan yang sekarang belum selesai.

 

Belajar dari hasil syuting film Call Me By Your Name tersebut, setelah naskah nya selesai, belau dan pula tim produksinya harus dapat memilih ruang tepat untuk melaksanakan syuting. Menurut Guadagnino bahwa terlepas dari 30 hari masa syuting serta masa hujan selama 28 hari, film Call Me By Your Name tersebut memiliki zona yang luar biasa lembab & mereka kendati bersenang-senang. & kegiatan syuting tersebut amat luar biasa & mereka pun bagaikan titisan yang lumayan menjalankan vakansi panjangnya. Oleh sebab itu tak heran jika hasilnya pun bagus dan animo masyarakat untuk nonton Call Me By Your Name tersebut sedang baik.